Trik Jitu Menulis untuk Web

Tulips (pixabay). Gambar yang bagus pun fokus pada subyek utama dan tinggalkan yang lain.

Tulips (pixabay). Gambar yang bagus pun fokus pada subyek utama dan tinggalkan yang lain.

Saat ini semakin banyak orang menulis untuk web bersamaan dengan kematian media cetak.Pembaca web cenderung membaca tulisan di web dengan cara yang tidak linier, semau-maunya, susah diprediksi.

Mereka masuk ke situs dari halaman mana pun, dan berpindah kapan saja. Serba cepat. Pengunjung situs Mereka mencari informasi seperti seekor macan lapar dan rakus. Pengunjung web Anda mempertimbangkan dua hal: apakah web Anda menawarkan apa yang mereka cari? Dan bisakah mereka menemukannya dengan mudah?

Konten Langsung ke Inti

Pengunjung web Anda tidak ingin melihat-lihat situs Anda selama beberapa menit untuk menemukan info yang mereka cari. Mereka ingin menemukannya dengan cepat. Jadi jika situs Anda terlihat rumit, mereka klik untuk pindah ke web lain.

Dengan demikian, sebaiknya konten bersifat mandiri langsung kepada pokok pikiran, tidak bertele-tele. Saat menulis di web, kita bisa membuat tautan terkait untuk mengarahkan pembaca memahami latar belakang atau tulisan yang berhubungan.

Misalnya kita sedang menulis tentang manfaat jahe bagi kesehatan, maka fokus saja ke tema tersebut. Selesaikan secara rinci dan cepat. Tulisan jangan dikacaukan dengan artikel tentang asal-usul jahe dan cara menanamnya. Artikel yang terkait jahe sebaiknya ditampilkan di halaman lain.

Paragraf Pendek

Pembaca web cenderung menyukai kalimat pendek dan cepat. Karena itu, tulisan bertele-tele bisa sangat menjengkelkan. Membaca di ponsel sangat berbeda dibandingkan ketika membaca di lembar koran atau buku. Jadi tulislah dengan paragraf pendek dan kurangi kata-kata tidak perlu. Panjang 300-700 kata masuk akal untuk satu halaman.

Jika Anda memiliki dokumen cetak yang ingin Anda pindah ke web, ingatlah peraturan yang sangat sederhana ini: halaman di web seharusnya setengah panjang dari dokumen cetak.

Utamakan Informasi Penting

Anda harus menulis poin terpenting lebih dulu. Cara ini dipakai di koran harian yang disebut dengan tulisan berbentuk piramida terbalik. Intinya, berita yang terpenting ditaruh di atas. Semakin ke bawah, materi tulisan makin tidak penting. Begitu pembaca mengerti gagasan tulisan, mereka mungkin ingin mengetahui beberapa rincian penting. Dengan demikian, mereka ingin melanjutkan membaca.

Jangan Bikin Kalimat Rumit

Penelitian menunjukkan bahwa hanya 16% orang membaca kata per kata. Kebanyakan orang memindai (sumber: Alertbox Jakob Nielsen). Mereka tidak punya waktu. Anda jangan membuat kalimat yang membuat mereka berpikir. Mereka malas berpikir. Jadi buatlah kalimat sesederhana mungkin. Ibaratnya, Anda sedang menulis untuk anak kelas 6 SD atau SMP. Tentu, materi tulisan harus disesuaikan dengan umur pembaca Anda.

Menulis Untuk Orang Malas

Pengunjung web Anda tidak ingin membaca teks dengan kerja keras. Buat salinan Anda mudah dibaca dengan cara sebagai berikut: gunakan paragraf pendek, maksimal empat kalimat. Gunakan kalimat pendek, sekitar 12 kata. Buang kata tidak perlu. Hindari kalimat negatif. Hindari pengulangan yang tidak perlu.

Perhatikan Beberapa Poin Berikut:

Apakah kalimat pertama mengkomunikasikan apa adanya? Apakah foto mengkomunikasikan isi tulisan? Apakah judul utama merangkum poin-poin penting? Pastikan pembaca bisa memahami informasi terpenting dengan melirik halaman web saja. (Rihad Wiranto)

happy wheels

Share this post.

PinIt