Roti Campur Serangga, Protein Lebih Banyak

Belalang (pixabay)

Belalang (pixabay)

Perusahaan makanan Finlandia, Fazer, menjual roti berbahan tepung terigu dari jangkrik kering serta tepung gandum dan biji-bijian. Roti ini mengandung lebih banyak protein daripada roti gandum biasa. Setiap roti berisi sekitar 70 jangkrik dan harganya 3,99 euro (Rp64.000).

“Roti ini menawarkan konsumen sumber protein yang baik dan juga memberi mereka cara mudah untuk membiasakan diri dengan makanan berbahan dasar serangga,” kata Juhani Sibakov, kepala inovasi di Fazer Bakeries seperti dilansir Reuters.

Pada November, Finlandia bergabung dengan lima negara Eropa lainnya – Inggris, Belanda, Belgia, Austria dan Denmark – yang mengizinkan pengembangbiakan serangga dan dipasarkan untuk keperluan makanan.

Sibakov mengatakan bahwa Fazer telah mengembangkan roti itu sejak musim panas lalu. Mereka harus menunggu undang-undang untuk disahkan di Finlandia untuk menjualnya ke masyarakat.

Karena pasokan jangkrik yang terbatas, roti serangga awalnya hanya akan dijual di 11 toko roti Fazer yang terletak di hipermarket wilayah Helsinki, namun perusahaan tersebut berencana untuk menjual di semua 47 tokonya tahun depan.

Perusahaan itu membeli tepung jangkrik dari Belanda, namun pihaknya juga sedang mencari pemasok lokal.

Fazer, bisnis keluarga dengan penjualan sekitar 1,6 miliar euro tahun lalu, tidak menentukan target penjualan untuk produk tersebut.

Pemakan serangga, atau entomophagy, adalah hal lazim di sebagian besar tempat di dunia. Perserikatan Bangsa Bangsa memperkirakan tahun lalu setidaknya 2 miliar orang memakan serangga dan lebih dari 1.900 spesies telah digunakan untuk makanan.

Di negara-negara Barat, serangga yang dapat dimakan punya daya tarik di pasar khusus, terutama di antara mereka yang mencari makanan bebas gluten atau ingin melindungi lingkungan karena pengembangbiakan serangga menggunakan lebih sedikit lahan, air dan pakan daripada peternakan.

Protein Serangga

Di sekitar kita juga banyak serangga yang memiliki banyak proterin seperti dimuat di kompas.

1. Jangkrik
Jangkrik sebenarnya sudah lama dikonsumsi oleh masyarakat di beberapa negara di Asia. Kandungan kalsiumnya yang tinggi membuat serangga ini paling banyak dikonsumsi.

“Protein adalah nutrisi terbesar dari serangga, tetapi ada juga kandungan kalori, vitamin, dan mineral,” kata May Berenbaum, kepala departeman entomologi dari Universitas Illinois di Urbana-Champaign.

2. Belalang
Bentuknya mirip dengan jangkrik, tetapi belalang memiliki antena lebih pendek dan lebih aktif di siang hari. Kandungan gizinya yang tinggi membuat belalang bisa menjadi pilihan camilan sehat.

Kandungan protein dalam belalang hampir setara dengan sepotong dada ayam berukuran 100 gram, tetapi dengan lemak lebih banyak. Serangga ini terasa lebih lezat jika dipanggang atau dibumbui bawang putih, bawang, cabai, serta kecap.

3. Kepik air raksasa
Kepik air raksasa (giant water beetles) sering ditangkap oleh penduduk di wilayah pedesaan Thailand. Selain karena mudah ditemukan, serangga ini juga mengeluarkan bau yang sedap ketika dimasak. Kandungan proteinnya jauh lebih tinggi dibanding dengan kacang merah.

4. Semut merah
Semut merah dan telurnya sudah lama dikenal dalam kuliner di negara Timur. Selain mengandung protein tinggi, semut memiliki lemak lebih sedikit seperti halnya ikan. Meski begitu, mengumpulkan semut merah bukan perkara mudah karena hewan kecil ini cukup sakit jika menggigit.

5. Ulat daun
Ulat juga bukan serangga baru yang menjadi bahan makanan. Kandungan proteinnya yang tinggi menjadi keunggulan utama ulat untuk dikonsumsi.

happy wheels

Share this post.

PinIt