Reza Sebagai Narator, Apa Jadinya?

Reza Raharadian

Reza Hardian

Reza Rahadian untuk pertama kalinya ia muncul dalam suatu film tidak sebagai seorang aktor, melainkan seorang narator. Hal ini terjadi dalam film “Banda, The Dark Forgotten Trail” yang akan di tayangkan di bioskop Indonesia secara serentak pada 3 Agustus 2017. “Pengalaman baru untuk saya, seru rasanya karena bisa menjiwai gambar,” kata Reza usai pemutaran perdana “Banda, The Dark Forgotten Trail” di Jakarta, Rabu.

Film panjang dokumenter itu diproduksi oleh Lifelike Pictures, yang diproduseri oleh Sheila Timothy dan Abduh Aziz. Naskah ditulis oleh Irfan Ramli (penulis “Cahaya Dari Timur”, “Surat Dari Praha” dan “Filosofi Kopi 2”) dan disutradarai oleh Jay Subyakto. Departemen Kamera dipimpin oleh Sinematografer Ipung Rachmat Syaiful, ICS dengan didukung oleh second unit camera Davy Linggar dan Oscar Motuloh

Aktor kelahiran 1987 ini mengatakan, begitu mengetahui Jay akan membuat film, ia pun menyuarakan keinginannya untuk ikut berpartisipasi. “Apapun caranya gue harus ada di film, justru gue yang memaksa,” imbuhnya.

Sayangnya, tidak ada kesempatan untuk berakting di film dokumenter ini. Posisi yang memungkinkan adalah menjadi seorang narator, peran yang juga diberikan pada Ario Bayu untuk versi bahasa Inggris. “Di sini saya harus membuat bagaimana agar dari awal sampai selesai tidak membosankan,” jelas Reza

“Banda, The Dark Forgotten Trail” adalah film yang menceritakan kembali sejarah Kepulauan Banda dan pala yang hampir terlupakan namun mampu membangkitkan kembali semangat kebangsaan dan persatuan bangsa Indonesia saat ini.

Jay Subyakto pun menjelaskan bahwa film ini penting karena melupakan masa lalu, adalah sama dengan mematikan masa depan bangsa. Jay juga mengatakan bahwa Banda Neira sangat penting buat bangsa Indonesia karena di situlah lahir banyak pemikiran, lahir banyak kepedihan, lahir banyak semangat, dan lahir banyak ironi yang terjadi sampai hari ini.

happy wheels

Share this post.

PinIt