Lagu Koes Plus Jadi Judul Sinetron Indonesia

Koes Plus

Koes Plus

Judul lagu Koes Plus yang menjadi hit berkat peran Yok Koeswoyo dan Yon Koeswoyo, beberapa di antaranya dijadikan sebagai judul sinetron.

Sinetron Kisah Sedih di Hari Minggu tayang di salah satu televisi swasta pada 2004 hingga 2005. Marshanda, Egi John, Dhea Ananda, Gading Marten, hingga Chacha Frederica merupakan deretan bintang yang tampil dalam sinetron ini.”Kisah Sedih di Hari Minggu” juga didaur ulang sebagai lagu tema sinetron dengan Marshanda sebagai penyanyinya.

Lagu bernuansa ceria, “Dara Manisku” juga sempat dijadikan judul sinetron pada awal 2000-an di salah satu televisi nasional. Revalina S. Temat, Bertrand Antolin, Roy Marten, Andrew White, dan Dude Harlino menjadi bintangnya. Sinetron ini juga menggunakan lagu “Dara Manisku” yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye.

Pertengahan 2000-an menjadi masa-masa bagi salah satu rumah produksi Indonesia dalam membuat sinetron dari judul lagu Koes Plus, termasuk “Bunga di Tepi Jalan” yang lagu temanya dinyanyikan ulang oleh Sheila on 7.

“Bunga di Tepi Jalan” sendiri melibatkan beberapa bintang yang namanya sudah cukup tenar seperti Alyssa Soebandono, Fauziah Alatas, Aiman Ricky, dan Mieke Wijaya.

Satu lagu sinetron yang diambil dari judul lagu Koes Plus, “Bujangan”. Sinetron ini dibintangi oleh Anjasmara dan Happy Salma. Bedanya, kali ini lagunya menggunakan versi asli Koes Plus.

Sejarah

Koes Plus terbentuk sejak 1969, dengan personel Tony Koeswoyo (lead gitar, keyboard, vokal), Yon Koeswoyo (rhythm gitar, vokal), Yok Koeswoyo (bass, vokal), dan Murry (drum, vokal).

Namun satu per satu personel Koes Plus ini pun mengembuskan napas terakhirnya, yang diawali oleh Tony Koeswoyo pada 27 Maret 1987. Tony merupakan pimpinan dari band yang sempat masuk bui inKoes Plus terbentuk sejak 1969, dengan personel Tony Koeswoyo (lead gitar, keyboard, vokal), Yon Koeswoyo (rhythm gitar, vokal), Yok Koeswoyo (bass, vokal), dan Murry (drum, vokal).

Namun satu per satu personel Koes Plus ini pun mengembuskan napas terakhirnya, yang diawali oleh Tony Koeswoyo pada 27 Maret 1987. Tony merupakan pimpinan dari band yang sempat masuk bui ini.

Pada 1 Februari 2014, sang penabuh drum Koes Plus, Murry, pun berpulang. Murry merupakan satu-satunya personel yang bukan bagian dari keluarga Koeswoyo.

Dan pada 5 Januari 2018, Yon Koeswoyo yang menyusul kedua saudaranya di usia 77 tahun. Dua tahun Yon berjuang melawan penyakit yang dideritanya, namun akhirnya ia pun menyerah.

Setelah ketiganya dipanggil Sang Pencipta, kini tersisa hanya Yok Koeswoyo, dari personel Koes Plus. Yok merupakan adik Yon Koeswoyo, yang terpaut tiga tahun.

Keluarga Koeswoyo membentuk grup band yang berisikan kakak beradik dan terbentuk pada 1958. Kala itu, keluarga Koeswoyo yang terdiri dari lima laki-laki mahir memainkan alat musik serta memiliki suara yang merdu.

Pada 1962, keluarga Koeswoyo ini pun menelurkan album pertamanya dengan nama Kus Brothers. Sayangnya, beberapa waktu kemudian, sang kakak, Jon Koeswoyo mengundurkan diri.

Tersisa empat personel, band ini pun berganti nama menjadi Koes Bersaudara. Pada 1965, keempat cowok ini pun sempat menjalani hari-harinya di hotel prodeo di masa Orde Lama yang dipimpin Soekarno. Karena gejolak politik kala itu, lagu-lagu Koes Plus memang sempat dilarang karena dinilai terlalu kebarat-baratan.

Kesuksesan berkarier di dunia musik kala itu tak membuat para personel Koes Plus kelebihan harta. Lantaran sulitnya ekonomi, Nomo Koeswoyo pun mengundurkan diri sebagai penabuh drum, dan memilih menjadi pedagang.

Posisi Nomo pun digantikan oleh Murry, dan nama bandnya pun diganti oleh Tony Koeswoyo menjadi Koes Plus. Dan pada 1969 mengeluarkan album.

Rupanya pemilihan pemain drum oleh Tony Koeswoyo ini pun merupakan hal yang cerdas. Lantaran pada 1974 Koes Plus telah mengeluarkan album sebanyak 22 buah.

happy wheels

Share this post.

PinIt