Film The Hunted Dapat Bantuan Dana dari Singapura

Film The Hunted mendapat tiga penghargaan di ajang Southeast Asian Film Financing (SAFF) Project Market 2017. The Hunted mendapat tiga penghargaan dari empat penghargaan yang tersedia. Menariknya, setiap penghargaan yang diterima, The Hunted berhak mendapatkan bantuan dana dari SAFF. The Hunted sendiri bercerita tentang perburuan empat orang gadis yang telantar di satu pulau. Premis sederhana dengan pengembangan cerita yang mengejutkan berhasil menarik perhatian juri. Film The Hunted sendiri baru akan syuting pada Agustus 2018.

The Hunted memenangi Aurora Producing Award sehingga berhak mendapat dana sebesar US$ 15 ribu. Penghargaan kedua, Yellow Box Soundscape Award, pendanaan pascaproduksi senilai US$ 15 ribu dari salah satu rumah musik dan audio terkemuka di Asia Tenggara. Ketiga, RED Digital Cinema Award sehingga berhak mendapat pinjaman kamera Red Scarlet-W senilai US$ 25 ribu selama 20 hari. Satu hadiah lain diraih oleh film asal Filipina berjudul Mina-Anud.

SAFF Project Market 2017 digelar di Singapura pada 28 November hingga 1 Desember 2017. Ajang ini merupakan program yang menghubungkan antara para produser dan pembuat film dengan investor atau mitra produksi.

Delon Tio mengaku kemenangan ini sangat berarti. Delon Tio juga sebelumnya sudah memproduksi sejumlah film, seperti Rumah Dara, Claudia/Jasmine, Simponi Luar Biasa, dan Mari Lari. “Ini akan membantu proyek kami lebih jauh lagi. Saya telah menghasilkan tujuh film sejauh ini dan saya hanya mengumpulkan pendanaan dari Indonesia. Saya tidak pernah menempuh langkah mendaftarkan proyek saya ke pasar film dalam program seperti SAFF sebelumnya. Pengalaman yang sangat baik bertemu dengan investor, produser, dan distributor dari negara lain. Kami membutuhkan pendanaan untuk mencapai tingkat produksi tertentu, karena kami tidak melihat ini hanya untuk film Indonesia saja, tapi juga level dunia,” kata Delon, seperti dilansir dari Variety. (liputan6)

happy wheels

Share this post.

PinIt