Cara Membuat Judul yang Bikin Penasaran


Rasa ingin tahu atau “kepo” istilah anak muda sekarang adalah modal manusia untuk memperluas wawasan. Mengapa orang ingin membaca koran atau internet dan sebagainya adalah karena mereka penasaran.

Apa yang membuat orang penasaran? Penasaran disebabkan karena seseorang mendapat informasi tetapi tidak lengkap. Untuk melengkapinya, seseorang berusaha mencari tambahan informasi dengan berbagai acara seperti bertanya kepada orang lain, membaca, menonton dan sebagainya.  

Rasa penasaran ini telah lama menjadi patokan para penulis dalam membuat judul. Para penulis berita musti memperhatikan aspek penasaran ini. Bagaimana cara membuat judul agar orang penasaran?

Pertama, judul jangan terlalu lengkap.   Jika terlalu lengkap, orang kurang tertarik membaca isinya, karena sudah tertera semua di judul. 

Judul berikut terlalu lengkap sehingga mengurangi rasa ingin tahu:
Turis AS Diperkosa 3 Pria di India Utara.   


Judul ini sudah mengandung unsur siapa, apa, dimana sekaligus. Unsur yang tersisa adalah kapan, bagaimana dan mengapa. Informasi yang belum tercantum di judul  akan menarik jika peristiwa  dekat dengan lokasi  pembaca. 

Jika keterkaitan  dengan pembaca di Indonesia tidak terlalu besar, pembaca tak mau meneruskan bacaannya. Berbeda dampaknya, jika peristiwa itu ada di Indonesia. Pembaca akan lebih tertarik membacanya karena mereka merasa “tidak aman”.  

Judul bisa dipotong: Turis asal  AS Diperkosa Tiga Pria. Pembaca bertanya-tanya dimana kejadiannya? 

Contoh lain, judul berita berikut juga terlalu lengkap.

Kemenkes BrazilTarik Iklan “Saya Bahagia Menjadi Pelacur” (Junas.com 5 Juni 2013).

Judul itu bisa diubah menjadi: Iklan “Saya Bahagia Menjadi Pelacur” Dicopot dari Jalanan.  Pembaca akan penasaran dimana spanduk itu dipasang?  Siapa yang bikin iklan aneh ini?

Kedua, cara membuat penasaran adalah membuat judul dari potongan peristiwa. Carilah cukilan peristiwa yang menarik dari acara yang lebih besar. 

Berikut contohnya: Dahlan Tertawa Dengar 100.000 Sapi AustraliaDitembaki karena Kelebihan Pasokan. Detik.com 5 Juni 2013.

Tapi masih ada masalah, karena judulnya terlalu panjang dan terlalu lengkap. Bisa diperpendek menjadi: Dengar  Seribu Sapi Ditembak, Dahlan Tertawa.  Pembaca bertanya-tanya, mengapa Dahlan tertawa? Mengapa sapi ditembak?

Contoh lain judul yang mencukil kejadian dari peristiwa besar adalah: Tewas di Bak Sampah, Ada Luka di Kepala Mahasiswa Binus (Vivanews.com 5 Juni 2013). Pembaca penasaran, siapa yang membunuh sesadis itu? 
Ketiga, judul berita yang membuat penasaran pembaca bisa dilakukan dengan cara menonjolkan sisi “heroik”.

Memikirkan judul saat menulis 


Cerita tentang “para pemberani” dalam arti positif maupun negatif membuat orang penasaran untuk membacanya. Parapembaca akan semakin kesal atau semakin bangga setelah menyimak beritanya. Tapi dari sisi penyajian judul, itu berarti berhasil mengundang orang untuk tetap membacanya.


Contoh: Wakil Ketua KPK Bicara Century, Anggota PKS ke Luar Ruang Rapat (Vivanews. 5 Juni 2013).

Semoga bermanfaat. Rihad Wiranto
happy wheels

Share this post.

PinIt

terima kasih atas komentar Anda