Cara Membuat Halaman Koran Lebih Menarik



Manusia laba-laba juga punya selera sendiri.


Sudah bukan jamannya, halaman koran hanya monoton berisi tulisan plus foto seperti jaman dulu. Saat ini koran bersaing dengan televisi yang mengandalkan visual. Koran  juga bersaing dengan online yang menang dalam hal kecepatan berita.
Berbagai koran sudah mengembangkan sedemikian rupa aspek visual ini agar pembaca mau bertahan membaca atau mengamati halaman. Apa faktor-faktor yang membuat orang mau menyelesaikan bacaan di sebuah koran?
Pertama, ciptakan diferensiasi (pembeda) dengan koran lain. Pakar pemasaran Philip Kotler, memberikan definisi diferensiasi sebagai tindakan merancang satu  perbedaan untuk membedakan satu penawaran dari penawaran pesaing”.
Menurut pakar marketing Indonesia Hermawan Kartajaya, diferensiasi adalah semua upaya yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan perbedaan diantara pesaing dengan tujuan memberikan nilai yang terbaik untuk konsumen. Dengan menggunakan strategi diferensiasi, pelanggan mendapat nilai lebih dibandingkan dengan produk lainnya.
Koran yang belum mapan harus mempu menarik pembaca dengan cara yang sekreatif mungkin sehingga bisa dibedakan dengan pesaing yang sudah ada. Seorang pembaca biasanya sudah punya koran favorit. Pembaca akan langsung menyimak koran favorit itu karena biasanya dia sudah merasa puas selama ini.
Bagi koran baru, jelas tidak cukup tampil biasa-biasa saja. Tidak bisa pula menampilkan kesan kembaran  dengan koran yang sudah ada. Koran baru harus punya pembeda dengan yang sudah ada. Jika hanya sama bagus, itu tidak cukup.
Itulah sebabnya wajah halaman koran harus lebih baik dibandingkan  yang sudah ada. Tingkat perbedaannya mulai dari berbeda total hingga berbeda sedikit saja. Untuk bersaing dengan koran yang sudah mapan, koran baru tidak perlu berbeda sama sekali hingga terlihat nyeleneh atau ganjil. Yang penting adalah jika dilihat, halaman langsung tampak identitas koran tersebut.
Kedua,perbedaan yang dihasilkan tidak boleh asal beda. Setiap pembaca memiliki favorit jenis berita dan penampilan halaman yang berbeda-beda. Hal itu tergantung segmen yang kita inginkan. Jadi sebelum membuat perubahan penampilan halaman, pengelola koran harus tahu siapa segmen pembaca sebenarnya.
Setiap segmen memiliki selera yang khusus. Segementasi bisa berdasarkan wilayah, misalnya koran nasional, koran lokal, koran internasional. Setiap daerah memiliki selera sendiri pula. Cara pemberitaan pun bisa berbeda. Mudahnya, jika kita menjual koran di tengah masyarakat yang tidak suka basa-basi, maka judul berita akan lebih terus terang dan langsung kepada sasaran. Tetapi pada masyarakat yang penuh basa-basi, judul yang to the pointbisa dianggap tidak sopan. Itu hanya sekadar contoh, selera pembaca bisa dipelajari secara langsung memalui pengalaman redaktur mengelola koran atau melalui riset.
Ketiga,tentukan jenis pembeda yang dinilai pas buat pembaca yang menjadi sasaran kita. Banyak faktor yang bisa menjadi pembeda sebuah koran. Kita bisa sebut diantaranya sebagai berikut.
Lebar Halaman
Kini di Indonesia mulai muncul koran dengan ukuran relatif kecil dibanding terdahulu. Lebar halaman standar misalnya ada pada Kompas, Media Indonesia dan sejenisnya. Tapi beberapa koran sudah mengecil seperti Jurnal Nasional, Tempo, Suara Pembaruan, dan sebagainya. Secara kasat mata, kita bisa langsung melihat perbedaan tampilan dari dua jenis koran itu. Semua pilihan ada positif dan negatifnya.
Layout Halaman
Ada  layout halaman  yang disusun begitau  “ramai”,  terdiri banyak judul, banyak foto, kutipan, gambar kartun, bertumpuk-tumpuk. Orang sering menyebutnya layout sirkus.
Pilihan lain, layout dengan gaya yang lebih elegan, menampilkan beberapa tulisan dengan foto yang jumlahnya relatif sedikit. Formasinya terlihat lebih teratur.
Perbedaan gaya layout itu tidak menunjukan bagus tidaknya koran. Sebagian orang menyukai  penampilan halaman yang ramai meski tampak sedikit acak-acakan. Jenis layout seperti ini dipakai khususnya untuk koran kelas bawah.  Sebagian lagi menyukai
penampilan yang teratur, rapi, umumnya dipakai untuk koran kelas atas.
Pada prinsipnya, pengelola koran harus tahu persis sifat individu pembacanya. Ingat, jenis bacaan menunjukkan karakter dan identitas dari pembacanya. Jika koran itu dianggap tidak cocok dengan kepribadiannya, maka koran itu pasti akan ditinggalkan. Bahkan mungkin malu saat membacanya.
Judul Berita  
Judul berita bisa menjadi pembeda dengan koran lain. Ada judul yang norak ada pula yang sopan. Ada judul vulgar yang ada yang halus.  Judul “Cewek Kampus Digarap Cowok Pasar” terlihat vulgar bagi pembaca yang berhati halus. Judul yang lebih halus dan formal barangkali: “Mahasiswa Menjadi Korban Perkosaan.”
Judul bisa menjadi pembeda dengan koran lain. Pada saat koran pada umumnya terlalu datar, kita bisa menyajikan judul yang menggebrak atau sebaliknya. Tapi pada akhirnya, jenis judul sangat tergantung siapa pembaca kita. Jadi hati-hatilah saat membuatnya. 
Aspek Visual
Pendekatan visual semakin menjadi perhatian besar koran setelah televisi menjadi favorit masyarakat. Karena itu, halaman koran tidak boleh sekadar memasang foto seadanya. Untuk membedakan dengan koran lain, ada  koran yang menggunakan foto besar menyolok di halaman. Ada pula yang memasang foto secara wajar. Belum lagi grafis yang bisa melengkapi tulisan. Semua kombinasi foto, grafis dan juga ilustrasi lain bisa menambah mutu koran di mata konsumen.

happy wheels

Share this post.

PinIt

terima kasih atas komentar Anda