Cara Membuat Berita Piramida Terbalik

Bagi penulis yang sudah berpengalaman, menulis bisa langsung ketik. Tapi penulis pemula mungkin tidak bisa bergitu saja memulainya. Sebagai panduan, dia memerlukan rancangan struktur tulisan.
Secara umum, penulisan berita bisa menggunakan beberapa cara atau model. Berita yang dimuat di koran biasanya menggunakan model piramida terbalik. Wartawan langsung menulis langsung ketujuan kemudian semakin ke bawah, informasi yang ditulis semakin tidak penting. Cara ini akan memudahkan pembaca mendapatkan informasi terpenting segera setelah membaca. Kelemahannya, tulisan cenderung monoton.
Dalam tulisan dengan model piramida terbalik, polanya seperti ini.
Judul dibuat dengan cara to the point, langsung ke tujuan.
Berikut contoh judul bersifat langsung yang dimuat media 30 Mei 2013.
Rakyat Ingin Figur Alternatif (Kompas).
Aturan BI Terbit Akhir Tahun (Bisnis Indonesia).
Korban Peringati 7 Tahun Lumpur Lapindo (Jurnal Nasional).
Dengan membaca judul itu, pembaca langsung tahu apa isi berita yang akan dibacanya.
Coba bandingkan jika judul tersebut diganti dengan pernyataan yang tidak langsung, maka pembaca harus berpikir dulu sebelum membacanya. Meski judulnya mungkin terdengar bagus, tapi kurang cocok untuk berita yang bersifat langsung.
Misalnya:
Rakyat Ingin Figur Alternatif  diubah menjadi Seandainya Ada Figur Mumpuni…
Aturan BI Terbit Akhir Tahun diubah menjadi Bankir Harus Menunggu Akhir Tahun.
Korban Peringati 7 Tahun Lumpur Lapindo diubah menjadi  Peringatan yang Memilukan.
Judul yang tidak langsung seperti Peringatan yang Memilukan cocok untuk tulisan feature tapi bukan untuk tulisan hardnews.
Lead  atau awal tulisan pada hardnews di koran, juga bersifat langsung tidak bertele-tele.
Untuk tulisan di Jurnal Nasional, berjudul Korban Peringati 7 Tahun Lumpur Lapindo, awal tulisannya sebagai berikut:
RATUSAN korban lumpur Lapindo di dalam peta area terdampak (PAT) menggelar aksi di titik 21 tanggul lumpur, Porong, Sidoarjo, Rabu (29/5). Aksi ini dengan membawa ogoh-ogoh berwajah Aburizal Bakrie dan sejumlah politisi lainnya ini dalam rangka memperingati tujuh tahun tragedi lumpur Lapindo.
Pada alinea awal, tulisan sudah langsung mengandung unsur:
Who (siapa): korban lumpur Lapindo.
What (apa): menggelar aksi.
When (kapan): Rabu (29/5).
Where (di mana): di titik 21 tanggul lumpur, Porong, Sidoarjo.
How (bagaimana): membawa ogoh-ogoh berwajah Aburizal Bakrie.
Jadi, dalam berita hardnews,  5 W + 1 H ditulis emua di awal tulisan. Ini merupakan salah satu bentuk lead yang komplet atau ditulis dalam kalimat. Pada tulisan feature, tulisan diawali secara bertahap.
Isi berita memuat informasi secara berurutan hingga selesai. Semakin ke bawah, informasi semakin tidak penting. Begitulah cara menulis hardnews dengan konsep piramida terbalik.
Anagakahskndhkdlndhydkmdd,dm
Jrmnbgrhr,r odns;mshls;s
Mrngskl dhsdkl
Mrnuksdnol
Mrmhkd.
Kkdjj
Dengan demikian pada proses pemotongan naskah menjadi sangat mudah. Berita yang ada di akhir tulisan menjadi prioritas untuk dipotong. Ini berbeda dengan teknik penulisan feature. Rihad Wiranto

happy wheels

Share this post.

PinIt

terima kasih atas komentar Anda