Cara Kerja Wartawan Mingguan

Memotret di tempat gelap

Media terbit secara berkala, ada yang harian, mingguan, bulanan, tiga bulanan, enam bulanan dan seterusnya. Adanya  perbedaan  rentang waktu penerbitan  itu menimbulkan cara kerja wartawan berlainan dari satu media ke media lain.

Baghaimana cara kerja wartawan mingguan? Pembagian waktu biasanya diatur oleh media masing- masing dengan berbagai pola. Tapi secara umum mereka bekerja dengan tahap-tahap perencanaan, pembagian tugas ke reporter, pengecekan bahan, penulisan dan percetakan.

Sebagai contoh, kita asumsikan majalah terbit setiap hari Senin. Libur wartawan  pada Sabtu dan Minggu. Cara kerja redaksi secara sederhana adalah sebagai berikut:

Senin

Pagi: pemimpin redaksi memimpin rapat redaksi membahas  berita apa saja yang akan dibuat. Karena bersifat mingguan, maka redaksi membicarakan berita yang akan ramai dibicarakan pekan depan.

Sore: para redaktur membuat penugasan atas rencana berita yang akan dibuat. Penugasan tersebut akan diibagikan kepada para reporter dengan tenggat waktu yang ditentukan sesuai tingkat kesulitan. Penugasan yang mudah diberi tenggat waktu lebih cepat  dibandingkan penugsan sulit. Yang bertugas membagi penugasan tersebut adalah kepala pusat liputan yang membawahi reporter.

Selasa: reporter dan redaktur masing-masing bekerjasama untuk mengejar sumber berita.

Rabu:

Pagi: rapat redaksi dan pengecekan bahan. Rapat mencatat penugasan-penugasan yang sudah selesai dilaksanakan, pengumpulan bahan belum selesai dan laporan mana yang harus dilengkapi.

Berdasarkan perkembangan di lapangan,  rapat juga menampung usulan berita baru dari para redaktur dan membicarakan  berita apa yang harus di follow up.

Sore: redaktur harus sudah menyelesaikan pembuatan penugasan baru hasil kesepakatan rapat. Penugasan baru itu lalu dibagikan kembali ke reporter oleh kepala pusat liputan.  

Kamis:

Pagi: Sebagian redaktur harus sudah menulis dan menyelesaikan berita yang diberi deadline lebih awal. Biasanya berita yang dideadline awal adalah yang  bersifat  timeless, seperti berita seni, humaniora, kesehatan dan sebagainya.

Sore: pemimpin redaksi memimpin rapat ceking bahan terakhir  dan mengatur pembagian tugas penulisan. Pada menjelang deadline biasanya pekerjaaan semakin banyak dan menegangkan. Perkembangan berita dicek terus menerus agar tidak ketinggalan. Biasanya redaktur menulis hingga Jumat berikutnya. Ada yang menginap di kantor untuk memastikan pekerjaan selesai.

Jumat: seluruh tulisan harus selesai. Biasanya untuk berita utama, dealinenya paling akhir agar bisa memasukan peristiwa yang paling baru. Jumat sore atau malam bahan berita sudah masuk cetak.

Sabtu dan Minggu: meski sebagian besar anggota redaksi libur, sebagian orang tetap diminta piket untuk berjaga-jaga jika ada peristiwa yang sangat penting. Jika dipertlulan berita baru mengganti berita lain agar lebih up to date.

Senin berikutnya: majalah terbit.

Catatan:
Untuk mingguan, biasanya dibagi dua sesi deadline atau bahkan tiga kali deadline tergantung kebutuhan. Misalnya saya beri contoh mingguan  100 halaman.

Dari seratus halaman itu dibagi dengan dua kali deadline. Pembagiannya misalnya dengan 50 halaman pertama untuk berita feature yang bersifat timeless. Lalu  50 halaman berikutnya berisi berita peristiwa yang terus mengikuti perkembangan terakhir.

Deadline pertama adalah Rabu  malam sedangkan deadline kedua Jumat  malam. Tentu bekerja lebih cepat lebih baik tapi dengan mengutamakan mutu berita.

Rihad Wiranto

happy wheels

Share this post.

PinIt

terima kasih atas komentar Anda